Senin, 30 Juli 2012

Gubernur Akan Turuntangan Urusi PKL


KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES – Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) akan turun tangan menertibkan pedagang kaki lima (PKL).

Khusus PKL di seputaran Kantor Gubernur, di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi terutama yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher Jambi, rencananya akan dipindahkan ke samping mesjid disebelah rumah sakit.

H. Hasan Basri Agus
Demikian dikatakan HBA kepada wartawan terkait laporan LSM tentang pembuangan limbah bahan beracun berbahaya (B3) RSUD Raden Mataher  Jambi, pekan lalu.

Menurut HBA, para PKL di depan rumah sakit ini akan disediakan lapak yang bagus dan seragam.

Seperti pernah ditulis Tanjab Ekspres, rencana ini telah lama didengungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Bahkan, Pemkot Jambi telah beberapa kali menggelar rapat guna menertibkan PKL tersebut.

Sekda Kota Jambi, Daru Pratomo waktu itu mengatakan kalau Pemkot Jambi akan mendata ulang seluruh PKL di Kota Jambi. Karena data yang ada saat ini diragukan kevalidannya.

Pemkot membentuk tim yang akan melakukan pendataan, dengan harapan dapat memperoleh data yang akurat. Setelah itu kata Daru Pratomo, Pemkot akan menertibkan PKL dan membuatkan tempat berjualan yang layak.

Tujuannya, agar PKL tidak menggelar dagangannya di sembarang tempat sehingga membuat wajah Kota Jambi kurang sedap di pandang. Titik lokasi untuk memindahkan PKL ini telah ditentukan, tinggal lagi membuat tempatnya.

Salah seorang PKL di depan RSUD Raden Mattaher Jambi, Bujang (37) mengaku tempat jualannya saat ini numpang dengan pemerintah daerah (Pemda), tapi bangunan dari kayu dia buat sendiri.

Salah satu PKL yang ada di Kota Jambi. Foto: Rizal Ependi/TE 
“Lapak ini tak bisa dibangun permanen, kami hanya numpang nanti kalau pemerintah mau menyuruh pindah kami siap,” ujar Bujang kepada Tanjab Ekspres, Senin (30/7).

Dikatakan Bujang, sepengetahuannya status tempat seluruh PKL di sana sama seperti dirinya, numpang dengan pemda. Jadi tak ada alasan untuk membantah jika pemerintah menyuruh hengkang dari sana.

“Selama kami berjualan di sini, kami tak pernah sekalipun ditagih retribusi oleh pihak manapun, jadi kalau mau dipindahkan kami siap untuk pindah,” tandasnya. (ref)    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Berita Paling Top