Minggu, 30 September 2012

Ketua PT Baru Diharapkan Dukung Jambi Emas


JAMBI, TANJAB EKSPRES –  Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jambi, I Ketut Gede, SH diharapkan membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, membangun Jambi.

Harapan itu diucapakan Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) ketika dirinya menghadiri acara pisah sambut Ketua PT Jambi dari  ketua lama H. Iskandar Tjake, SH ke I Ketut Gede, SH di Jambi, Jumat malam (28/9). 

Ketua PT Jambi yang baru ini sebelumnya menjabat Wakil Ketua PT Banjarmasin.” Saya berharap Bapak I Ketut Gede betah di Jambi dan dapat ikut menyukseskan pembangunan di Provinsi Jambi,” ujar HBA.

Menurut HBA, Ketua PT sebelumnya (Iskandar Tjake, SH) ikut mendukung visi dan misi gubernur menyukseskan pembangunan Jambi menuju Jambi Emas (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera) 2015. 

Kepada Iskandar Tjake HBA mengharap untuk terus menjalin hubungan baik dengan Pemprov Jambi, selanjutnya kata HBA, Pemprov Jambi juga akan mendunkung tugas-tugas Ketua PT Jambi yang baru, bila ada hal – hal yang diperlukan. (ref)   

FKPPI Diharapkan Cegah Krisis Multidimensi


KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES – Gerakan Muda (GM) Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia (FKPPI) Kota Jambi diharapkan menjadi salah satu ormas yang dapat mencegah krisis multidimensi.
Demikian dikatakan Pembina GM FKPPI Kota Jambi, Letkol Inf. Haru Darmawan pada pembukaan musyawarah cabang (Muscab) 0501 GM-FKPPI ke VIII Kota Jambi, di Jambi, Sabtu (29/9). 
Komandan Kodim (Dandim) 0415 Batanghari ini menyebutkan, situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Karena telah terjadi krisis multidimensi. Nilai - nilai kebangsaan semakin memudar.
Bangsa ini juga telah mengabaikan nilai-nilai pancasila dan semakin lunturnya rasa cinta tanah air, solidaritas serta kerama-tamahan. Karena itu Heru berharap anggota FKPPI Kota Jambi menanamkan dan menguatkan kembali rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
“Upaya ini bukan upaya indrorinasi paham yang kita anut. Namun semata-mata karena kesadaran, bahwa peran kebangsaan itu memang penting”, ujarnya.   
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Muscab 0501 GM-FKPPI Ke VIII Kota Jambi, Asril Yusuf melaporkan, muscab ini diikuti 35 peserta, masing-masing dari utusan rayon ditujuh kecamatan dalam Kota Jambi. Masing-masing tiga orang sebagai peserta dan dua orang sebagai peninjau. (ref)


Ribuan Warga Sengeti Kena ISPA


MUAROJAMBI, TANJAB EKSPRES –  Ribuan warga Sengeti, Kabupaten Muarojambi terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyebabnya semakin tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Jambi. 
 
“Saat ini penderita ISPA mencapai seribu lebih, kepada masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit Menular Langsung ( P2ML) Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman kepada Tanjab Ekspres, kemarin.
Yes Isman. Ft:\Rizal Ependi

Udara kotor oleh polusi hasil kebakaran hutan tersebut dominan menyebabkan penyakit ISPA, karena itu menurut Yes Isman, jika keluar rumah harus menggunakan masker. Warga juga dihimbau untuk tak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak penting.    

Sementara itu, Badan Meterologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mencatat hingga Sabtu (29/9), titik api atau hotspot yang terpantau satelit NOAA hamper mendekati angka 200.

Pihak BMKG juga menghimbau warga agar waspada dampak negatif kabut asap seperti kecelakaan dalam berkendaraan, karena pendeknya jarak pandang dan penyakit ISPA yang muncul akibat udara kotor. 

Tak hanya di Jambi, Riau dan Bengkulu juga banyak terdapat hotspot, jumlahnya juga 200 lebih. Sedangkan Palembang Sumatera Selatan penymbang terbesar hotspot yakni 1000 lebih. (ref)

FKPPI Diminta Menjaga Empat Pilar Kebangsaan



KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES –  Ketua Ormas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kota Jambi (Sekda Provinsi Jambi), Syahrasaddin minta Generasi Muda (GM) FKPPI Kota Jambi dapat menjaga empat pilar kebangsaan. 

Demikian disampaikan Syahrasaddin pada pembukaan musyawarah cabang (Muscab) 0501 GM-FKPPI ke VIII Kota Jambi, di Jambi, Sabtu (29/9).  “Saya berharap agar musyawarah ini dilaksanakan secara demokratis,” ujarnya.

Menurut Syahrasaddin, FKPPI saat ini berbeda dengan yang lalu-lalu, sehingga FKPPI dibebankan untuk menjaga empat pilar kebangsaan secara makro.
Syahrasadin dan HBA dalam satu kegiatan FKPPI. Ft:\Ist

Diantara keempat pilar tersebut ialah Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,  Bhineka Tunggal Ika dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian FKPPI juga harus menjaga solidaritas antar sesama.
Dikatakan, ormas ini akan bertambah besar jika para anggotanya solid, kompak dengan satu kepentingan, dibawah binaan TNI dan Polri. Kemudian ketua FKPPI Kota Jambi harus terus berkoordinasi dengan anggotanya dan FKPPI Provinsi Jambi, sehingga harapan untuk menjadi besar tercapai.
Saat ini putra-putri anggota TNI/Polri  mencapai 4.000 orang.” Kita berharap FKPPI Kota Jambi ini bisa ikut berkontribusi baik dari aspek sosial, budaya, ekonomi serta pertahanan dan keamanan”, lanjutnya.
Sementara itu Pembina GM FKPPI Kota Jambi (Komandan Kodim 0415 Batanghari) Letkol. Inf. Heru Darmawan, mengatakan mengharpkan menjalin kebersamaan agar keutuhan bangsa dapat terjada dengan baik.
Dirinya yakin TNI/Polri terus bahu membahu menyikapi setiap permasalahan berkaitan dengan kepentingan bangsa. “Jadikanlah muscab ini forum evaluasi kepengurusan perode lalu dan merumuskan visi misi periode mendatang,” ujar Heru.  (ref)

Rabu, 26 September 2012

Ucapan Belasungkawa


Satu dari Dua Komitmen Walikota Telah Terealisasi

 Terkait Pencemaran Udara Akibat Kabut Asap

KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah menepati satu dari dua komitmen Walikota Jambi, dr. H. Raden Bambang Priyanto,   terkait terus berlangsunnya pencemaran udara di Kota Jambi, akibat kabut asap. Satu komitmen dimaksud ialah membagikan masker gratis kepada masyarakat Jambi guna meminimalisir berjangkitnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pembagian masker ini dilakukan pegawai Dinas Kesehatan Kota Jambi.

Sedikitnya, pada Rabu (26/9), 10 ribu masker dibagikan kepada masyarakat dengan tiga titik penyebaran yakni di Kawasan Perempatan Jalan atau persisnya di Simpang Empat Lampu Merah, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Bambang Priyanto. Ft\: Rizal E
Kemudian di seputaran lampu merah di Kelurahan Simpang Kawat, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi dan di Areal Kantor Gubernur Jambi, atau persisnya di Simpang Empat Bank 9 Jambi (Simpang BI/red) Kelurahan Sungaiputeri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Lalu komitmen lainnya yakni akan meliburkan anak sekolah apabila kabut asap masih berlangsung hingga kini belum terealisasi. Padahal waktu itu, jika kabut asap telah diperkirakan membahayakan kesehatan masyarakat, maka anak sekolah akan diliburkan.

Hal itu dikatakan Bambang Pariyanto ketika menghadiri acara penilaian perlombaan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Posyandu Kaswari, di RT. 21, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (21/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang kepada wartawan mengatakan  pembagian masker gratis ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terhadap bahaya kabut asap.

“Ini untuk meminimalisir dampak ISPA, dan hal ini merupakan program Dinas Kesehatan Kota Jambi yang merupakan perpanjangan tangan dari Pemkot Jambi,” ujar Polisman Sitanggang, Rabu (26/9).

Sebelumnya, Polisman Sitanggang mengatakan bahwa kabut asap ini belum begitu berbahaya karena baru menembus angka 70 pm. Hal ini dikatakannya di hadapan Walikota Jambi  ketika acara penilaian PHBS di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi belum lama ini.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi dari Walikota Jambi terkait rencana meliburkan anak sekolah. Masyarakat berharap pemerintah dapat secepatnya mengambil tindakan sebelum korban ISPA semakin meningkat. (ref)  

Suku Anak Dalam Akan Diberi Hak Politik


JAMBI, TANJAB EKSPRES –  Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal Suku Kubu di Provinsi Jambi akan diberi kartu identitas diri (Kartu Tanda Penduduk Elektronik/ e_KTP), agar mereka mendapatkan hak politik.

Syahrasaddin.FT:\Rizal E
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin kepada wartawan usai membuka secara resmi rapat koordinasi (rakor) kelompok kerja pemberdayaan komunitas adat terpencil (Pokja PKAT) tahun 2012, di Hotel Ratu, Kota Jambi, Rabu (26/9).

”Kalau bisa e_KTP ini sesepatnya diberikan, untuk mempercepat mereka mendapat hak politik, mudah-mudahan ini bisa tercapai,” ujarnya.

Sejauh ini pemerintah telah memberikan perhatian kepada SAD ini, namun sayangnya program-program yang diterapkan belum berjalan maksimal. Program dimaksud, kata Sekda, yakni program penanaman pohon dan pembangunan rumah agar SAD tak lagi hidup dengan cara berpindah-pindah atau melangun.

Menurut Syahrasaddin, SAD atau termasuk golongan komunitas adat terpencil (KAT) tersebar di 8 kabupaten, 18 kecamatan, 22 desa  dan 28 lokasi di Provinsi Jambi. Umumnya SAD tinggal di kawasan hutan lindung seperti di Taman Nasinal Bukit Duabelas (TNBD), ada juga yang di hutan produksi (HP) dan Hutan Taman Raya (HTR).

Mata pencaharian mereka berladang, berkebun karet dan berburu binatang liar yang hasilnya dijual kepada jenang (toke/red). Sedangkan binatang hasil buruan sebagian dikonsumsi sendiri. Tempat tinggal atau rumah mereka sangat sederhana, mereka namakan sudung.

Sudung merupakan rumah yang terbuat dari kayu beratap daun rumbiya, ilalang atau plastik hitam tidak berdinding dengan ukuran 1 X 1.5 meter. (ref)

Melangun, Kendala Besar Pemberdayaan SAD


JAMBI, TANJAB EKSPRES – Budaya melangun atau hidup dengan cara berpindah-pindah tempat tinggal bagi suku anak dalam (SAD) atau suku kubu,  menjadi kendala serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dalam melakukan pemberdayaan.  Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin kepada wartawan usai membuka secara resmi rapat koordinasi (rakor) kelompok kerja pemberdayaan komunitas adat terpencil (Pokja PKAT) tahun 2012, di Hotel Ratu, Kota Jambi, Rabu (26/9).

SAD : Salah satu suku primitif di Jambi  . Ft:\ Ist
Menurut Syahrasaddin, kendala utama dalam pemberdayaan SAD adalah kebiasaan dan budaya mereka yang masih hidup berpindah-pindah. "Masyarakat modern saja masih sulit diberdayakan, apalagi masyarakat yang hidup berpindah-pindah,” ujarnya.

Namun demikian, pemerintah akan melakukan pemberdayaan secara   bertahap untuk memperbaiki ekonomi mereka. Kemudian akan dibenahi fasilitas pelayanan, terutama fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Sekda menghimbau pemerintah kabupaten/kota yang terdapat komunitas adat terpencil (KAT) agar Dinas Pendidikan di
sana membuat satu eselon IV yang khusus mengurusi KAT,  seperti di Kabupaten Sarolangun.

“Jadi, khusus komunitas itu untuk pendidikan  dibiayai oleh pemerintah setempat. Dan, kita dari Pemerintah Provinsi akan mensupport melalui dinas sosial”, tuturnya.

Ketika ditanya tentang fenomena SAD yang ingin memiliki lahan, Syahrasaddin mengatakan itu tergantung pemerintah daerah setempat. Kalau seandainya perumahannya sudah ada, mungkin, kabupaten yang bersangkutan menjadikan satu kawasan tertentu untuk komunitas SAD, agar tak lagi melangun.
Rumah SAD. Ft\Ist

Berdasarkan data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tarnsmigrasi (Disosnakertran) Provinsi Jambi, jumlah SAD ini mencapai  24.155 jiwa yang tergabung dalam 4.831 kepala keluarga (KK).  

Dari jumlah itu telah dilakukan pemberdayaan oleh pemerintah dalam kurun waktu 5 tahun sebanyak 3.754 KK.  Trus, 845 KK lainnya sedang dilakukan proses pemberdayaan dan hingga 2012 tinggal 121 KK saja. Data ini merupakan hasil pemetaan Pemprov Jambi dengan Universitas Jambi (Unja).  (ref)



Suku Bajau di Tanjungjabung Mulai Dilirik


 Pemerintah Akan Berikan Pendidikan, Kesehatan dan Hak Politik

JAMBI, TANJAB EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mulai melirik kehidupan Suku Bajau di Tanjungjabung (Tanjabbar dan Tanjabtim). Komunitas adat terpencil (KAT) yang hidup di perairan pantai timur tersebut akan mendapat perhatian 

serius pemerintah.  “Jangan sampai satu suku itu terlupakan, bagaimanapun itu komunitas kita,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin kepada wartawan usai membuka rapat koordinasi kelompok kerja KAT tahun anggaran (TA) 2012 di Hotel Ratu, Kota Jambi,  Rabu (26/9).

Menurut Syahrasarddin, KAT ini hidup di perairan pantai timur, mereka akan dinventarisir guna diberikan pendidikan. Oleh karena itu, tim kelompok kerja (pokja) dari Pemprov Jambi perlu memberikan perhatian lebih.
Suku Bajau Tanjungjabung. Ft\Ist

Kemudian untuk layanan kesehatan pemerintah akan memberikan layanan menggunakan perahu. “KAT ini tersebar di delapan kabupaten, selain suku anak dalam (SAD) adalagi suku bajau di Kabupaten Tanjungjabung,’ ucapnya.

Sejauh ini KAT berangsur-sangsur mengalami perubahan ke arah lebih baik dari sisi peradapan, khusunya SAD, kendati masih belum sesuai harapan. 

Dikatakan Syahrasaddi, mata pencaharian KAT ini ialah berburuh atau mencari binatang laut seperti ikan dan sebangsanya untuk kemudian dijual kepada masyarakat lain. Sekda juga beharap suku bajau juga harus diberikan hak politik dan kartu identitas layaknya warga lain.

“Berikan juga KTP elektronik guna mempercepat mereka mendapat hak politik, mudah-mudahan ini bisa tercapai”, tandasnya.

Pantauan Tanjab Ekspres di Daerah Mendahara, Kabupaten Tanjabbar beberapa waktu lalu, peradaban suku bajau yang oleh penduduk setempat disebut suku laut hingga kini masih primitif.

Suku ini sedikit terkucil dari masyarakat umum, dan hidup berkelompok. Mereka bermukim di atas air dan mata pencaharian mereka sebagai nelayan tradisional, mereka menjual hasil laut kepada warga Mendahara atau warga lainnya  dengan sistem barter (barang ditukar dengan barang).

Walaupun sebagian telah mengenal alat tukar (Uang), transaksi jual beli seperti ini masih ada dan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lain dengan modal saling percaya dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Interaksi sosial terbatas, suku ini banyak menghabiskan hari-harinya di atas perahu yang merupakan kendaraan (alat) berburu sekaligus sebagian dijadikan tempat tinggal untuk melakukan aktivitas lainnya. (ref)

Perkempinas Butuh Kerjasama Semua Pihak


Hj. Yusniana HB.Ft\RE
JAMBI, TANJAB EKSPRES – Ketua Pelaksana Perkemahan Pramuka Putri Nasional (Perkempinas) Hj. Yusniana Hasan Basri menginginkan semua pihak bekerja dengan baik guna menyukseskan perkempinas.

“Kematangan persiapan harus diiringi dengan koordinasi dan kinerja yang baik dari masing masing pihak yang terkait, hal ini menjadi perhatian utama,” ujar Yusniana  Rabu (26/9).

Menurutnya, persentase kesiapan menjelang acara puncak yang diperkirakan pada 17 November 2012 itu secara fisik sudah 60 persen dengan harapan semua panitia dapat bekerja dan berkoordinasi dengan baik.

“Kita telah terima mendengar laporan dari seluruh kabupaten/kota dan dari panitia kami telah menyiapkan sedemikian rupa sehingga pada acara puncak akan terselenggara sebaik mungkin”, tambahnya.

Kesuksesan suatu acara juga tidak terlepas dari bantuan semuah pihak termasuk masyarakat. Diharapkan seluruh masyarakat Jambi mendukung kegiatan dan program yang sedang dilaksanakan. (ref)

Peran BPS Sangat Strategis

JAMBI, TANJAB EKSPRES - Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, dalam melaksanakan pembangunan, Statistik mempunyai peran yang strategis. Demikian HBA, di jambi  Rabu (26/9).

 ”Dari awal saya sangat perhatian kepada Statistik, karena Statistik mempunyai peran yang strategis, sehingga dua hari setelah saya dilantik sebagai Gubernur, Instansi pertama yang saya tinjau adalah Badan Pusat Statistik  (BPS) Provinsi Jambi,” ujar HBA. 

Dengan harapan BPS Provinsi Jambi dapat membantu Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, dengan menyajikan data yang benar dan akurat.

Diakui Gubernur, terakhir memang ada sedikit masalah, yakni yang menyangkut  dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang dibawah 100 persen, sehubungan dengan itu akan dicari akar permasalahannya untuk menaikkan NTP dimaksud.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus . Ft:\Re
Berkaitan dengan hal ini Gubernur telah berdiskusi panjang dengan berbagai pihak, termasuk  melakukan penelitian, melakukan pembandingan dengan Provinsi-provinsi lain. Jika ini dikaitkan dengan inprastruktur, saat ini inprstruktur di daerah industri telah dilakukan perbaikan.

Kemudian juga ditinjau dengan harga-harga komoditi, seperti karet, dan sawit, yang saat ini terus mengalami penurunan, kemudian harga sembilan bahan pokok di Jambi mungkin lebih tinggi dibandingkan Provinsi lain.

Sehingga selisih harga jual dengan harga beli selisihnya terlalu jauh, atau yang berkaitan dengan tata niaga hasil pertanian, mungkin karet dan sawit yang dihasilkan petani, menjualnya terlalu banyak yang dilalui, sehingga harga yang diterima petani sangat rendah, ini semua jadi kajian, tegas Gubernur.
Namun informasi terakhir berkaitan dengan NTP ini dari BPS pusat dikarenakan nilai timbang yang digunakan untuk NTP ini masih menggunakan nilai timbang tahun 2007. sehubungan dengan itu BPS pusat akan menyesuaikan nilai timbang ini dengan kondisi saat ini, ternyata kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Provinsi Jambi.

Padahal jika dilihat kondisi petani yang sesugguhnya dapat dilihat, setiap petani minimal memiliki satu unit motor, bahkan ada yang lebih, tambah Gubernur.

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Jambi Yos Rusdiansyah, menjelaskan bahwa nilai timbang yang diambil BPS pada NTP tahun 2012 ini masih menggunakan nilai timbang tahun 2007, mungkin nilai 2007 dibandingkan saat ini terdapat perbadaan, untuk itu BPS saat ini sedang melakukan perubahan pada NTP ini. Diharapkan setelah dilakukan penyesuaian nilai timbang ini diharapkan akan lebih realistis dalam menentukan NTP tersebut, mencerminkan kondisi saat ini, jelasnya. 

Untuk itu saat ini sedang dilakukan pelatihan di tingkat pusat guna mengukur nilai timbang tersebut, sebelumnya untuk menentukan nilai timbang ada enam kelompok, mungkin di tahun 2012 ini ada penambahan atau ada sub kelompok yang ditambahkan. 

Disamping itu bisa juga dikarenakan pada tahun 2007 harga komoditi ekspor dari Jambi masih mengalami kejayaan, seperti karet dan kelapa sawit, sehingga membuat diagram timbangnya tinggi, dan saat ini harga komoditi tersebut mengalami penurunan yang demikian tajam, inilah penyebab NTP Jambi merosot, mungkin Provinsi lain tidak seperti di Jambi. (ref)

Selasa, 25 September 2012

PT KT Berjanji Ganti Kemasan Produk



KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES -  PT Kurnia Tunggal (KT) sebuah perusahaan minyak goreng curah di Kelurahan Payoselincah, Kecamatan Jambitimur, Kota Jambi yang seminggu terakhir dituding banyak pihak menjual produk kurang higeenis berjanji mengganti kemasan dengan kemasan yang layak jual.

Janji tersebut diucapkan Pihak PTKT, Akien kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi setelah terkena inspeksi mendadak (Sidak) oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH), Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan DPRD Kota Jambi pada Kamis (20/9).

H. Bambang Priyanto. Ft\RE
Hasil sidak tersebut ditemukan bahwa kemasan minyak goring curah produksi PTKT tidak layak. Sedangkan isinya bisa dikonsumsi. Demikian dikatakan Kepala Seksi Sertifikasi BPOM Jambi, Armaeni kepada wartawan belum lama ini.

Walikota Jambi, Bambang Priyanto ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan, minyak goring curah produksi  PTKT layak dikonsumsi.

“Setelah diperiksa minyak tersebut higienis dan layak konsumsi, hanya saja kemasannya perlu diganti dan pihak PT KT bersedia untuk itu,” ujar Bambang kepada wartawan, Senin (24/9).

Minyak goreng curah tersebut tidak hanya telah dilakukan penelitian oleh BPOM, namun telah dilakukan cek kesehatan, ternyata layak untuk dikonsumsi. Dikatakan, pihak perusahaan tak akan main-main terkait hal ini, bahkan PTKT telah membuat perjanjian diatas materai 6000 untuk mengganti kemasan tersebut.

“Dia minta waktu setengah bulan, jika kemasan tidak diganti maka kita akan mengambil tindakan tegas,” tandasnya. (ref)


Kabut Asap Telan Korban Ratusan Orang



JAMBI, TANJAB EKSPRES – Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran dan pembakaran kawasan hutan di Provinsi Jambi dalam sebulan terakhir telah menelan korban ratusan orang.

Rata-rata korban dari tercemarnya udara di Provinsi Jambi tersebut menderita penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Saat ini sedikitnya 160 kasus ISPA yang ditangani sejumlah rumah sakit (RS) di Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada kepada wartawan mengatakan, banyaknya kasus ISPA yang menyerang masyarakat Jambi karena kondisi udara yang tercemar dan kotor.

Pencemaran udara tersebut  disebabkan tebalnya kabut asap yang menyelimuti Provinsi Jambi belakangan ini. “Kita telah menghimbau masyarakat untuk tidak banyak melakukan kegiatan di luar rumah jika kabut asap semakin tebal,” ujarnya. 

Walikota Jambi, Bambang Priyanto ketika dikonfrimasi Tanjab Ekspres beberapa waktu lalu mengatakan, jika memang kabut asap ini semakin tebal maka pemerintah akan meminta dinas pendidikan untuk meliburkan anak sekolah.

“Tapi saat inikan masih bisa ditolerir, karena ketebalan kabut asab belum begitu berbahaya, baru sampai ke tingkat 70 pm, ketabalan ini masih belum dibilang berbahaya bagi kesehatan,” ujar Bambang.
Siswa pakai masker hindari kabut asap. Ft\Ist

Namun demikian, Bambang menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dianjurkan menggunakan masker jika hendak bepergian ke luar rumah, terutama bagi pengendara kendaraan bermotor.

Sejauh ini Pemerintah Kota Jambi telah mempersipkan ribuan masker untuk dibagikan kepada masyarakat jika ketebalan kabut asap ini masuk ke pase berbahaya. Saat ini memang belum semuahnya dibagikan, karena takut pas sampai puncaknya, masker telah habis.

Sementara itu, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, menginformasikan hingga akhir minggu ketiga bulan September, satelit NOAA berhasil menemukan sedikitnya 650 lebih titik api yang tersebar di kawasan hutan dalam Provinsi Jambi.

Titik api itu tak hanya karena kebakaran hutan yang merambah hingga ke kawasan hutan lindung. Namun ada juga ulah masyarakat yang membuka kebun dengan cara membakar lahan pertanian tersebut. (ref)

HTN di Jambi Diwarnai Unjukrasa


JAMBI, TANJAB EKSPRES – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke 52 di Jambi yang jatuh pada 24 September 2012 diwarnai unjukrasa.

Peringatan HTN ini ditetapkan Presiden Soekarno No. 169 Tahun 1963, yang menyatakan bahwa setiap 24 September setiap tahun adalah Peringatan HTN bertepatan dengan lahirnya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) yakni 24 September 1960.

Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Nasional (STN) Provinsi Jambi berorasi di Kantor Gubernur Jambi, Senin (24/9).

Ratusan aparat kepolisian dari Polda Jambi diterjunkan untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Petani Demo Ft\Ilustrasi
Unjukrasa berjalan lancar dan damai, dalam demo tersebut petani meminta Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) untuk menuntaskan seluruh konplik lahan petani dengan PT Asiatik Persada seluas 3.550 hektar.

Pihak kepolisian mengatakan pengamanan dilakukan di dua tempat, yakni di DPRD Provinsi Jambi dan di Kantor Gubernur Jambi.

“Selain personil Polresta Jambi pengamanan juga dibantu personil dari Polda Jambi. Pengamanan diberikan kepada semua masyarakat, baik itu masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya maupun masyarakat lainnya," ujarnya.

 Konflik ag­raria di seluruh Indonesia, ter­masuk di Jambi semakin ta­jam. Bom waktu ini dipicu sum­ber-sumber agraria  baik ta­­nah, hutan, tambang dan perairan di Indonesia dikuasai se­gelintir orang dan perusahaan.

Puluhan juta rakyat bertanah sempit bahkan tak bertanah. Ironisnya, ditengah ketim­pangan tersebut, perampasan tanah-tanah rakyat masih te­rus terjadi. (ref)

Tanjabbar dan Tanjabtim Dibidik


Puluhan Petugas PLN Tertibkan Konsumen Nunggak 

KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES – Puluhan petugas PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) Cabang Jambi diterjunkan untuk memutus  sambungan rumah (SR) konsumen nunggak pembayaran.

Konsumen yang akan diberikan sanksi dengan pemutusan SR di Provinsi Jambi yakni konsumen yang menunggak pembayaran tagihan listrik tiga bulan keatas. Demikian dikatakan Bangian Humas PLN WS2JB Cabang Jambi, H. Tambunan kepada wartawan di Jambi, Senin (24/9).

Ini juga akan diberlakukan untuk seluruh pelanggan PLN di Provinsi Jambi termasuk Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjabtim. Karena konsumen PLN di dua kabupaten ini pada tahun 2012 menunggak pembayaran listrik hampir Rp. 2 miliar.

Kemudian di Kota Jambi mencapai Rp. 14 Miliar  dan Kabupaten Batanghari Rp. 1 miliar lebih. “Ini merupakan tunggakan konsumen yang terbesar sepanjang tahun 2012,” ungkap Tambunan

Kantor PLN Jambi. Ft\ Rizal Ependi
Menurutnya, petugas PLN yang didampingi aparat terkait tak akan segan-segan mencabut meteran di rumah wara jika diketahui menunggak selama tiga bulan keatas.

“Pokoknya KWH akan kita bawa ke kantor, nanti urusannya diselesaikan di kantor PLN,” kata Tambunan.  Dikatakan, pemurusan SR secara besar-besaran ini guna menarik piutang PLN WS2JB Cabang Jambi yang nilainya mencapai Rp. 15 miliar lebih. 

PLN juga akan mengawasi setiap petugas yang melakukan transaksi ditempat, sebab bagi yang menunggak tetap akan dikenakan sanksi berupa pencabutan KWH dan membayar denda administrasi di kantor PLN.


Berdasarkan data yang diperoleh dari PLN, tunggakan konsumen pada tahun 2012 ini tak hanya terjadi di Kota Jambi, namun hingga ke kabupaten se Provinsi Jambi. (ref)

Anggaran RSUD Raden Mattaher Masih Dibahas


JAMBI, TANJAB EKSPRES – Usulan anggaran sebesar Rp. 75 miliar (APBN) untuk pembangunan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi kepada pemerintah pusat masih dalam tahap pembahasan.
Sejauh ini belum diketahui pasti jumlah dana yang akan dikucurkan untuk membantu pengembangan pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit tersebut.
Hal itu dikatakan Direktur Jendral (Dirjen)  Bina Usaha Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Supriyantoro ketika membacakan sambutannya waktu mengunjungi RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (25/9).
Diakatakan, pembahasan dimaksud yakni masalah usulan bantuan dana sebesar Rp. 75 miliar. “ Ini berap dibantu nilainya belum dketahui pasti, sebab yang utama kita harus prioritas nasional dan melihat pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan”, ujarnya.
Gubernur Jambi HBA dan Proyek RSUD Raden Mattaher Jambi. Ft\Ist
Sedangkan Wakil Ketua (Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Dr. H. Rizal Djalil  berharap kepada dirjen hendaknya pemerintah pusat dapat membantu uapaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meningkatkan sarana dan prasarana di rumah sakit tersebut.

“Inilah tujuan saya mengajak pak dirjen ke Jambi, dengan harapan pemerintah pusat dapat membantu melengkapi fasilitas layanan kesehatan ini,” ujar Rijal Djalil.  Dia melanjutkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat sangat memiliki arti penting bagi Provinsi Jambi.

“Sebelum dirujuk ke rumah sakit lain, tugas pokok rumah sakit ini lebih fokus dengan pelayanan canggih,  tentu saja rumah sakit daerah harus diberdayakan,” kata Rijal. Kalau bias usul bantuan pusat Rp. 60 miliar, separoh untuk alat kesehatan dan Rp. 30 miliar sisanya untuk bangunan fisik.

Sementara itu Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, kesehatan menjadi modal utama dalam pembangunan salah satunya dengan meningkatkan pelayanan rumah sakit. “Ini merupakan langkah awal kita untuk mencapai program Jambi Emas 2015,” kata HBA.
Peningkatan layanan kesehatan ini didasari oleh kondisi masyarakat Jambi yang semakin membutuhkan rumah sakit, sedangkan kondisinya masih banyak pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur untuk rawat inap.
Menurut HBA, pada 2013 dirinya berupaya membangun layanan kesehatan kelas dua, satu dan ruangan VIP. Dengan begitu,  RSUD raden Mattaher diharapkan dapat menampung  sedikitnya 1000 pasien.
“Nanti kita usahakan tempat tidurnya menjadi 1000, sedangkan saat ini tak sampai separoh dari itu, yakni hanya 400 tempat tidur,” ucap HBA. Kekurangan ruangan dan tempat tidur pasien ini merupakan salah satu kendala pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik.
Jika sudah maksimal, tentu saja pendapatan yang diperoleh akan menigkat, saat ini pendapatan rumah sakit tersebut hanya Rp. 50.5 miliar pertahun. Kalau terus meningkat bukan tidak mungkin rumah sakit ini dapat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Jambi. (ref)

Lestarikan Budaya Daerah Sejak Dini


 Mulai dari belajar piano jinjing, tengkuluk  hingga lomba O2SN

SD Negeri 144 Kota Jambi mulai melestarikan seni budaya daerah sejak dini. Asa ini tujuannya agar siswa tak melupakan sejarah, dan mengenal jatidiri bangsa Indonesia. Berikut catatan Tanjab Ekspres.

RIZAL EPENDI – KOTA JAMBI

Beberapa unit piano jinjing tersusun rapi di dalam lemari kaca berukuran sedang, terletak di ruang guru SD Negeri 144 Kota Jambi. Alat musik modern yang dimainkan dengan cara ditiup tersebut masih berada di dalam sarungnya, sebuah tas khusus warna biru agar terlindung dari debu. 

Suara merdu piano ini justru tak terdengar saat itu, karena para calon pionis (Para siswa SD 144 - red) tak sedang berlatih bermain musik. Biasanya alat musik itu  hanya dimainkan ketika siswa belajar bidang studi ekstra kurikuler (Eskul)

Bidang studi eskul memang tak setiap hari diajarkan di SD berdiri 1997 ini, dalam seminggu hanya sekali, itupun cuma dua jam pelajaran untuk 387 siswa kelas satu sampai kelas enam. Siswa berlatih bermain piano secara bergiliran. 

Ketika Tanjab Ekspres berkunjung ke SD berlokasi di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Kebun Kopi, Kecamatan Jambi Selatan, Senin pagi pekan lalu, lima orang dari 25 guru mengajar di SD ini terlihat sedang terlibat percakapan seirus.

Tak terdengar jelas apa yang sedang dibicarakan oleh guru itu, namun yang pasti bukan tentang bidang studi eskul, karena seluruh siswa SD dengan 12 kelompok belajar ini sedang menikmati jam istirahat. 

 “Kami lebih menitik beratkan pelajaran eskul pada seni budaya daerah, baik seni musik ataupun seni tari”, ujar Kepala SD Negeri 144, Luqman Yasin kepada SMART belum lama ini.

Mengenal jati diri bangsa dan menimbulkan rasa cinta tanah air merupakan tujuan SD ini menerapkan pendidikan eskul tentang seni musik. Disamping itu, juga untuk mengasah bakat siswa agar mulai belajar membuat karya seni sejak mengenyam pendidikan awal.

Memang belum ada siswa berprestasi di SD ini, apalagi untuk tingkat nasional, terutama dibidang seni musik, namun pelajaran eskul terus diterapkan sekaligus untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat siswa.

Siswa SD Foto : Rizal Ependi
Biasanya, saat latihan bermain piano, lagu – lagu yang dinyanyikan murid SD yang fasiltasnya tergolong minim ini ialah lagu-lagu daerah Jambi. Salah satunya lagu cik mina tengkuluk putih, dan beberapa lagu daerah Jambi lainnya.

Tentu saja para siswa dilatih oleh guru kesenian yang masih memiliki kemapuan terbatas dengan terlebih dulu belajar tangga nada dan mengenal nada – nada  dasar dalam memainkan piano.

Kualitas para siswa mendalami seni musik ini terus ditingkatkan, terbukti pihak sekolah pernah menjalin kerjasama dengan Yamaha Musik - sebuah lembaga kursus yang juga menjual alat musik di Kota Jambi -   guna mebgasah kemampuan siswa.

Dalam hal ini Luqman tak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk kerjasama dengan Yamaha Musik tersebut. “Alat musik ini juga kita beli dari Yamaha”, tambahnya.    

Tak hanya peralatan musik yang belum lengkap, guru profesional dibidang musik serta tempat latihan juga belum tersedia. Siswa biasanya berlatih bermain musik di kelasnya masing-masing.

Ditambah lagi ketersediaan sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar juga belum memadai. Akibatnya, karena ruang belajar hanya tersedia delapan kelas, siswa kelas empat sampai kelas enam terpaksa masuk siang, selebihnya tetap masuk pagi.

Halaman sekolah ini pun relatif kecil, hanya kira-kira 4x8 meter persegi. Padahal lahan tempat SD ini dibangun luasnya satu hektare lebih persisnya 1.114 meter persegi.

Sekolah ini belum meiliki ruang perpustakaan, begitu juga ruang laboratorium bahasa Indonesia dan bahasa  Inggris, padahal umur SD ini telah 13 tahun.

Namun demikian, kondisi itu tak menyurutkan semangat para guru untuk mengajar di sana, pun jumlah siswanya lumayan banyak. Penyebabnya mungkin karena SD ini mudah dijangkau karena letaknya masih berada di dalam kota Jambi.  

Selain seni musik, banyak juga siswa yang dilatih dalam bidang seni lukis, seni suara dan seni tari tradisional. Ini  dipersiapkan jika dibutuhkan untuk mengisi acara-acara resmi pemerintah maupun olimpiade olahraga seni nasional (O2SN) seperti yang akan digelar di SMP 14, Juni mendatang.

Guru di SD ini kebanyakan Pegawai Negeri Sipil, namun baru kepala sekolah yang telah dapat sertikat pendidikan. Setidaknya 12 guru termasuk staf tata usaha masih berstatus tenaga honorer yang upahnya dibayarkan menggunakan dana BOS Rp300 - Rp500 ribu perbulan.

Guna meningkatkan kwalitas lulusan, guru bidang studi kurikuler di SD ini pernah menggelar studi banding ke Yokyakarta dan Bali. Kalau ada kesempatan, mungkin studi banding juga akan dilakukan untuk guru yang merangkap mengajar bidang studi  eskul.

Sekolah ini telah beberapa kali dilakukan perehaban, tahun 2006 perehaban dilakukan untuk ruang belajar dan  2007 dilakukan perbaikan lantai dan bagian atap sekolah ***

  





Baca Berita Terbaru

10 Berita Paling Top