Selasa, 25 September 2012

Anggaran RSUD Raden Mattaher Masih Dibahas


JAMBI, TANJAB EKSPRES – Usulan anggaran sebesar Rp. 75 miliar (APBN) untuk pembangunan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi kepada pemerintah pusat masih dalam tahap pembahasan.
Sejauh ini belum diketahui pasti jumlah dana yang akan dikucurkan untuk membantu pengembangan pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit tersebut.
Hal itu dikatakan Direktur Jendral (Dirjen)  Bina Usaha Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Supriyantoro ketika membacakan sambutannya waktu mengunjungi RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (25/9).
Diakatakan, pembahasan dimaksud yakni masalah usulan bantuan dana sebesar Rp. 75 miliar. “ Ini berap dibantu nilainya belum dketahui pasti, sebab yang utama kita harus prioritas nasional dan melihat pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan”, ujarnya.
Gubernur Jambi HBA dan Proyek RSUD Raden Mattaher Jambi. Ft\Ist
Sedangkan Wakil Ketua (Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Dr. H. Rizal Djalil  berharap kepada dirjen hendaknya pemerintah pusat dapat membantu uapaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meningkatkan sarana dan prasarana di rumah sakit tersebut.

“Inilah tujuan saya mengajak pak dirjen ke Jambi, dengan harapan pemerintah pusat dapat membantu melengkapi fasilitas layanan kesehatan ini,” ujar Rijal Djalil.  Dia melanjutkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat sangat memiliki arti penting bagi Provinsi Jambi.

“Sebelum dirujuk ke rumah sakit lain, tugas pokok rumah sakit ini lebih fokus dengan pelayanan canggih,  tentu saja rumah sakit daerah harus diberdayakan,” kata Rijal. Kalau bias usul bantuan pusat Rp. 60 miliar, separoh untuk alat kesehatan dan Rp. 30 miliar sisanya untuk bangunan fisik.

Sementara itu Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, kesehatan menjadi modal utama dalam pembangunan salah satunya dengan meningkatkan pelayanan rumah sakit. “Ini merupakan langkah awal kita untuk mencapai program Jambi Emas 2015,” kata HBA.
Peningkatan layanan kesehatan ini didasari oleh kondisi masyarakat Jambi yang semakin membutuhkan rumah sakit, sedangkan kondisinya masih banyak pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur untuk rawat inap.
Menurut HBA, pada 2013 dirinya berupaya membangun layanan kesehatan kelas dua, satu dan ruangan VIP. Dengan begitu,  RSUD raden Mattaher diharapkan dapat menampung  sedikitnya 1000 pasien.
“Nanti kita usahakan tempat tidurnya menjadi 1000, sedangkan saat ini tak sampai separoh dari itu, yakni hanya 400 tempat tidur,” ucap HBA. Kekurangan ruangan dan tempat tidur pasien ini merupakan salah satu kendala pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik.
Jika sudah maksimal, tentu saja pendapatan yang diperoleh akan menigkat, saat ini pendapatan rumah sakit tersebut hanya Rp. 50.5 miliar pertahun. Kalau terus meningkat bukan tidak mungkin rumah sakit ini dapat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Jambi. (ref)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Berita Terbaru

10 Berita Paling Top