Selasa, 02 Oktober 2012

Sekda Ajak Pemerintah Daerah Turunkan Emisi Karbon


JAMBI, TANJAB EKSPRES -  Dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin mengajak Pemerintah Kabupaten dan kota dalam se Provinsi Jambi untuk menghijaukan kota.
Hal ini disampikan sekda, seusai membuka Lokakarya Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, dalam rangka penyusunan Strategi Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) Provinsi Jambi, di hotel Gorden Harvest, Jambi, Selasa (2/10).
Menurut sekda, dalam upaya penurunan emisi GRK, Pemerintah Provinsi Jambi memasukkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMP) Jambi, ini sesuai arahan RPJMN,  sesuai dengan gerakan penurun GRK tingkat nasional dan Provinsi. Sebenarnya dalam hal ini kontribusi Provinsi Jambi hanya tiga persen di Indonesia, tetapi ini ditargetkan untuk terus menerus diturunkan.
Dana ini ditempatkan dalam pembuatan rencana SRAP yang matang, banyak program-program yang akan dilaksanakan, bukan hanya gerakan penanaman, tetapi pengurangan pembakaran, deprestasi dan degradasi  hutan juga harus dilaksanakan secara simultan.
Disamping itu Sekda meminta masyarakat jangan membakar hutan, “Kita mengharapkan masyakarat tidak membakar hutan, dan pemerintah Kabupaten/Kota melalui Dinas Kehutanannya dapat menghutankan kotanya, selain melakukan penanaman hutan kembali,” ujar Sekda.
Dikatakan, Provinsi Jambi memiliki luas 53.435 km², dengan luas kawasan hutannya 21.794 km², atau sekitar 40,78 persen dari seluruh luas Provinsi Jambi. Kawasan hutan tersebut terdiri dari hutan suaka alam, hutan pelestarian alam, hutan lindung dan hutan produksi.
Syahrasaddin. Sekda Provinsi Jambi. Ft:\Rizal Ependi
Jambi juga memiliki potensi penurunan emisi karbon yang tinggi, karena kuatnya nilai-nilai konservasi karbon di hutan gambut, luasnya kawasan hutan alam dengan nilai biodiversitas yang tinggi, misalnya dengan keberadaan empat kawasan Taman Nasional diantaranta TNBT, TNKS, TNBD dan TNB.
Dengan luas kawasan hutan 40,79 persen dan dengan keberadaan empat kawasan TN, serta luas lahan gambut mencapai 85,650 ha. Provinsi Jambi memiliki peluang yang besar dalam penurunan emisi karbon.
 Lima peluang penurunan karbon terbesar memiliki 80 persen total potensi pengurangan, meliputi mencegah pembakaran hutan dan lahan gambut, mengurangi deforestasi hutan melalui penggunaan lahan yang lebih efektif, kebijakan-kebijakan alokasi lahan dan dengan meningkatkan produktivias pertanian.
Kemudian merehabilitasi lahan gambut yang rusak, mengelola hutan secara lestari, dan 5. melakukan reboisasi.
Sementara itu, Koordinator Komisi Daerah REDD Provinsi Jambi, Ridwan Syah,  mengatakan, bahwa berdasarkan laporan Dewan Nasional Perubahan Iklim, tahun 2005 emisi karbon Provinsi Jambi mencapai 57 Mt CO2, setara dengan tiga persen dari total nasional, ini sangat siknipikan.
Jika ini dibiarkan, dan tidak ada upaya yang berarti untuk menurunkan, maka setiap tahunnya akan terjadi peningkatan sebesar 20 persen setiap tahun, dan pada tahun 2020 ini bisa menjadi 67 Mt CO2, dan tahun 2030  bisa mencapai 74 Mt CO2.
Menurut Ridwan, yang ditakuti, menurut beberapa pakar jika kerusakan hutan ini tidak diperbaiki, maka akan terjadi perubahan iklim, yang akan berdampak pada sektor pertanian, dan ekonomi secara keseluruhan, bahkan menurut Prof. Bustanil Arifin, jika kerusakan hutan ini tidak dilakukan perbaikan, maka  pertumbuhan ekonomi negara ini hanya sekitar empat persen. (ref)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Berita Terbaru

10 Berita Paling Top