Ikan

Redaksi

Redaksi
REDAKSI @ : Klik Gambar Ini

Kamis, 14 Februari 2013

PNS Jadi Tim Kampanye Akan Disanksi Tegas

KOTA JAMBI, TANJAB EKSPRES - Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan menjadi tim kampanye calon kepala daerah tertentu akan diberikan sanksi. Karena PNS tidak boleh berpolitik dan tidak boleh masuk partai politik.

H. Syahrasaddin
Demikian dikatakan Sekrertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin kepada wartawan usai melantik Dewan Pengurus Korp Pegawai Negeri Republik Indonesia (Kopri) Kota Jambi di Ruang Pola Kantor Walikota Jambi, Kamis (14/2).

"Ini tidak boleh dan itu dilarang, ada aturannya. Kalau masalah sanksi nanti akan kita pelajari dan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku", ujar Syahrasadin.

Mengenai sanksi yang diberlakukan bagi PNS yang menjadi tim kampanye, kata Syahrasaddin, jelas dia akan dikeluarkan dari PNS. Sedangkan kalau dia ikut partai politik justru diberhentikan dari PNS.

"Tapi kalau dia mencalonkan diri sebagai kepala daerah saja, maka dia harus mengundurkan diri dari jabatan PNS-nya", tegas Syarahsaddin.

Pantauan Tanjab Ekspres, untuk mengetahui oknum PNS ikut partai politik atau tidak, atau sekedar menjadi tim kampanye diperlukan pengawasan ekstra pihak terkait. Karena saat ini sulit membedakan apakah sang PNS berpolitik, jadi tim sukses atau sekedar ikut kampanye dari salah satu calon kepala daerah.

Para PNS itu bisa saja berdalih mengikuti kegiatan sang kepala daerah, karena saat ini diduga ada oknum kepala daerah yang masih aktif melakukan kampanye terselubung dengan dalih sebagai pemimpin yang memasyarakat. (ref)



~~~~~~~~00000~~~~~~~


Lima Kecamatan di Muarojambi Mulai Terendam

MUAROJAMBI, TANJAB EKSPRES - Sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Muarojambi sejak seminggu terakhir mulai terendam air. Masyarakat mulai resah dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Diantara kecamatan tersebut ialah Sekernan, Marosebo, Kumpeh Ilir, Taman Rajo dan Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko). "Ini kayaknya mau naik lagi, belum ada tanda-tanda air menyurut", ujar Helmi kepada Tanjab Ekspres, Kamis (14/2).

Menurut Helmi, belum lama ini ada beberapa wartawan televisi lokal yang turun meliput banjir. Mereka biasanya meliput di sekolah - sekolah. Tapi kalau mau liputan di pemukiman penduduk di Marosebo itu banjirnya parah. 

Banjir di Desa Niaso beberapa waktu lalu. Ft:\Rizal Ependi
"Biasanya banjir ini baru menyurut setelah bagian hulu telah surut. Tapi kalau bagian hulu (Mudik-red) belum surut, di sini tetap banjir", tambahnya.

Belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi terkait kerugian materi yang diderita warga yang diderah banjir.

 Namun warga korban banjir memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta, akibat perabot rumah tangga mereka rusak.

Kemudian warga mengaku rugi waktu sebab harus mengurusi perabot rumah tangga yang akan diselamatkan dari derahan baniir. "Kami ada yang sampai tak kerja, sebagian ladang dan sawah juga terendam dan tanamannya akan mati dan membusuk", sambung Sam (32) warga lainnya.

Pantauan Tanjab Ekspres, banjir tersebut selain merendam sawah dan kebun warga juga menderah ratusan rumah penduduk. Kabar terakhir diterima Tanjab Ekspres, beberapa sekolah di Desa Niaso telah terendam yang menyebabkan para siswa terganggu belajar.

Daerah Niaso ini salah satu lokasi yang rawan banjir, sebab beberapa bangunan sekolah berdiri di dataran rendah. Kendati rumah warga ini rata- rata memakai tiang, namun banjir masih juga menjadi salah satu bencana rutin tahunan ang merugikan warga. (ref)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Baca Berita Terbaru

10 Berita Paling Top