Minggu, 16 September 2012

Dalam 7 Tahun Negara Dirugikan Puluhan Triliun Rupiah


JAMBI, TANJAB EKSPRES – Dalam kurun waktu tujuh tahun (2004 -2011) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah dirugikan puluhan triliun rupiah, persisnya sebesar Rp. 34.4 triliun, ini akibat ulah dari para koruptor.

“Besarnya kerugian negara ini mempengaruhi kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Wakil Ketua (Waka)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas dalam sambutannya pada acara silahturahmi Muhammadiyah Jambi, di Jambi, Minggu (16/9).

Komisi Pemberantasan Korupsi
Menurut Busyro Muqoddas, praktik korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini telah merusak system dan tatanan pemerintahan. Praktik kotor tersebut telah merata dari pusat hingga ke daerah dan bersifat sistematik.

Namun, lanjut Muqoddas, negara ini masih bisa diperbaiki dan prilaku koruptif dapat dicegah dengan mengoptimalkan peran keluarga dan masyarakat. “Karena keluarga yang melakukan korupsi setelah diteliti tidak menerapkan amar ma'ruf nahi mungkar,” sebutnya.

Ironisnya, sebelum melakukan korupsi, para koruptor telah mempersiapkan pembicaraan yang khusyuk, mereka nekat dan bekerjasama. Dan para koruptor ini bukanlah orang yang berpendidikan rendah, mereka orang – orang yang cerdas, tapi hatinya belum cerdas.

Pimpinan Muhammadiyah Pusat, Dadang Kahmad, mengatakan orang yang tidak takut kepada Allah tidak akan pernah bersatu. "Tidak mungkin memberantas korupsi kalau tidak bersatu, sebab persatuan adalah modal kemajuan bangsa”, kata Dadang.  

Muhammadiyah mengikrarkan akan membantu KPK dalam memberantas korupsi, dan organisasi ini bermaksud memiliki program unggulan disetiap daerah. Diantaranya menggelar dakwah dengan pola menyentuh masyarakat mulai kalangan bawah hingga papan atas.

“Kita juga akan meluruskan ideologi Muhammadiyah yang banyak digerogoti ideologi lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Syahrasaddin ketika menghadiri silaturrahmi Muhammadiyah Jambi tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap perhelatan itu. 
Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas. Ft\ Ist

”Kejahatan korupsi sangat erat kaitannya dengan permasalahan moral dan mental umat”, kata Syahrasaddin membacakan sambutan gubernur.

Dikatakan, korupsi bisa berdampak terhadap persatuan, kesenjangan sosial juga mampu menjadi konflik sosial, salah satu upaya mencegah korupsi dengan upaya bersama untuk memberantasnya.

"Kata kuncinya menumbuhkan ikatan persaudaraan dengan keimanan yang menjelma dalam diri yang khusyuk kepada Allah dan beramal soleh," tandasnya. (ref)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Berita Terbaru

10 Berita Paling Top